Jumat, 08 Mei 2026

Transformasi Digital BUM Desa: Langkah Strategis TAPM Kota Sabang dalam Memperkuat Ekonomi Gampong ​


SABANG – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dituntut untuk tidak sekadar menjadi penonton di pasar lokal. Menjawab tantangan tersebut, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kota Sabang mengambil langkah proaktif dengan mengikuti Pelatihan Online Angkatan VI bertajuk "Pemasaran Produk BUM Desa secara Digital" yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BPPMDDTT) Bengkulu pada tgl 5-6 Mei 2026.


​Keikutsertaan Irfansyah, SH, M.Si selaku TAPM Kota Sabang dalam pelatihan ini menjadi sinyal kuat komitmen penguatan kapasitas SDM pendamping desa dalam mengawal digitalisasi ekonomi di ujung barat Indonesia.


​Membangun Identitas: Bukan Sekadar Jual Beli


​Salah satu kajian utama dalam pelatihan ini adalah mengenai Branding and Positioning. Di sektor perdesaan, seringkali produk unggulan gampong kalah bersaing karena kurangnya identitas visual dan narasi produk. Melalui kajian ini, ditekankan bahwa produk BUM Desa harus memiliki "jiwa" dan posisi yang unik di mata konsumen.


​"Branding bukan hanya soal logo, tapi soal bagaimana kita menanamkan kepercayaan kepada konsumen bahwa produk dari desa memiliki kualitas yang setara, bahkan lebih otentik dibandingkan produk pabrikan," ungkap materi yang disampaikan oleh Nur Fitriana dalam sesi pelatihan tersebut.


​Visualisasi Produk: Estetika di Ujung Jari


​Era digital adalah era visual. Pelatihan ini juga membedah secara teknis mengenai produksi konten kreatif. Peserta dibekali teknik pengambilan foto dan video produk hanya dengan menggunakan perangkat smartphone, namun dengan hasil yang profesional. Penguasaan teknik pencahayaan (lighting), komposisi, hingga proses editing menggunakan aplikasi terkini menjadi kurikulum wajib.


​Hal ini menjadi krusial bagi BUM Desa di Sabang agar mampu mempromosikan potensi lokal—baik itu produk olahan pangan maupun kerajinan—melalui platform visual seperti Instagram Reels dan TikTok yang kini menjadi kanal pemasaran paling efektif di Indonesia.


​Marketplace: Menembus Batas Geografis


​Selain konten, strategi penetrasi pasar melalui Marketplace menjadi bahasan mendalam. Digitalisasi pemasaran memungkinkan produk gampong di Sabang menjangkau pembeli di Jakarta, Surabaya, bahkan hingga ke luar negeri tanpa terhambat jarak fisik. Materi yang disampaikan oleh Larissa menekankan pentingnya manajemen toko daring yang responsif dan terpercaya untuk menjaga keberlangsungan usaha.


​Kajian Strategis: Dampak Bagi Ekonomi Gampong


​Partisipasi TAPM dalam pelatihan ini bukan sekadar pemenuhan tugas administratif, melainkan bagian dari desain besar pemberdayaan ekonomi desa. Ada beberapa dampak strategis yang diharapkan:


​Efisiensi Biaya Pemasaran: Digitalisasi memangkas rantai distribusi dan biaya promosi fisik yang mahal.


​Peningkatan PADes: Dengan pasar yang lebih luas, omzet BUM Desa diharapkan meningkat, yang secara otomatis akan berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADes).


​Kemandirian Ekonomi: Memperkuat posisi UMKM di bawah naungan BUM Desa agar tidak bergantung pada tengkulak.


​Menuju Sabang Mandiri Digital


​Pasca pelatihan ini, TAPM Kota Sabang berencana melakukan asistensi langsung melalui kegiatan IST (In Service Training) dan OJT (On the Job Training) kepada para Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD). Langkah ini dilakukan agar transfer pengetahuan mengenai digital marketing dapat langsung menyentuh para pengelola BUM Desa di tiap gampong di bawah koordinasi Kecamatan Sukakarya dan sekitarnya.


​Dengan sinergi antara regulasi (seperti Permendes No. 16 Tahun 2025) dan kecakapan digital, BUM Desa di Kota Sabang optimistis mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang modern, mandiri, dan berdaya saing global.


Oleh: Tim Media TPP/ Warta TPP Sabang

Copyright © 2026 - Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Sabang

SABANG – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dituntut untuk tidak sekadar menjadi penonton di pasar lokal. Menjawab tantangan tersebut, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kota Sabang mengambil langkah proaktif dengan mengikuti Pelatihan Online Angkatan VI bertajuk "Pemasaran Produk BUM Desa secara Digital" yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BPPMDDTT) Bengkulu pada tgl 5-6 Mei 2026.


​Keikutsertaan Irfansyah, SH, M.Si selaku TAPM Kota Sabang dalam pelatihan ini menjadi sinyal kuat komitmen penguatan kapasitas SDM pendamping desa dalam mengawal digitalisasi ekonomi di ujung barat Indonesia.


​Membangun Identitas: Bukan Sekadar Jual Beli


​Salah satu kajian utama dalam pelatihan ini adalah mengenai Branding and Positioning. Di sektor perdesaan, seringkali produk unggulan gampong kalah bersaing karena kurangnya identitas visual dan narasi produk. Melalui kajian ini, ditekankan bahwa produk BUM Desa harus memiliki "jiwa" dan posisi yang unik di mata konsumen.


​"Branding bukan hanya soal logo, tapi soal bagaimana kita menanamkan kepercayaan kepada konsumen bahwa produk dari desa memiliki kualitas yang setara, bahkan lebih otentik dibandingkan produk pabrikan," ungkap materi yang disampaikan oleh Nur Fitriana dalam sesi pelatihan tersebut.


​Visualisasi Produk: Estetika di Ujung Jari


​Era digital adalah era visual. Pelatihan ini juga membedah secara teknis mengenai produksi konten kreatif. Peserta dibekali teknik pengambilan foto dan video produk hanya dengan menggunakan perangkat smartphone, namun dengan hasil yang profesional. Penguasaan teknik pencahayaan (lighting), komposisi, hingga proses editing menggunakan aplikasi terkini menjadi kurikulum wajib.


​Hal ini menjadi krusial bagi BUM Desa di Sabang agar mampu mempromosikan potensi lokal—baik itu produk olahan pangan maupun kerajinan—melalui platform visual seperti Instagram Reels dan TikTok yang kini menjadi kanal pemasaran paling efektif di Indonesia.


​Marketplace: Menembus Batas Geografis


​Selain konten, strategi penetrasi pasar melalui Marketplace menjadi bahasan mendalam. Digitalisasi pemasaran memungkinkan produk gampong di Sabang menjangkau pembeli di Jakarta, Surabaya, bahkan hingga ke luar negeri tanpa terhambat jarak fisik. Materi yang disampaikan oleh Larissa menekankan pentingnya manajemen toko daring yang responsif dan terpercaya untuk menjaga keberlangsungan usaha.


​Kajian Strategis: Dampak Bagi Ekonomi Gampong


​Partisipasi TAPM dalam pelatihan ini bukan sekadar pemenuhan tugas administratif, melainkan bagian dari desain besar pemberdayaan ekonomi desa. Ada beberapa dampak strategis yang diharapkan:


​Efisiensi Biaya Pemasaran: Digitalisasi memangkas rantai distribusi dan biaya promosi fisik yang mahal.


​Peningkatan PADes: Dengan pasar yang lebih luas, omzet BUM Desa diharapkan meningkat, yang secara otomatis akan berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADes).


​Kemandirian Ekonomi: Memperkuat posisi UMKM di bawah naungan BUM Desa agar tidak bergantung pada tengkulak.


​Menuju Sabang Mandiri Digital


​Pasca pelatihan ini, TAPM Kota Sabang berencana melakukan asistensi langsung melalui kegiatan IST (In Service Training) dan OJT (On the Job Training) kepada para Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD). Langkah ini dilakukan agar transfer pengetahuan mengenai digital marketing dapat langsung menyentuh para pengelola BUM Desa di tiap gampong di bawah koordinasi Kecamatan Sukakarya dan sekitarnya.


​Dengan sinergi antara regulasi (seperti Permendes No. 16 Tahun 2025) dan kecakapan digital, BUM Desa di Kota Sabang optimistis mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang modern, mandiri, dan berdaya saing global.


Oleh: Tim Media TPP/ Warta TPP Sabang

Copyright © 2026 - Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Sabang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  TPP Kota Sabang Siap Terapkan Aplikasi DRP Terbaru SABANG –Rabu (3/6/2026), Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kota Sabang melakukan kons...