Selasa, 01 September 2026



Gampong Kuta Ateuh Gelar Rembuk Stunting dan Sosialisasi Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026

WARTA TPP SABANG — Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang menggelar musyawarah tahunan Rembuk Stunting Tingkat Gampong Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung khidmat di Balai Gampong Kuta Ateuh pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan strategis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata pemerintah gampong dalam menguatkan sinergi dan konvergensi percepatan penurunan stunting.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Keuchik Gampong Kuta Ateuh Zulfan Bahri, S.E., unsur Tuha Peuete Gampong,  Penanggung Jawab Kegiatan Stunting Nisa, Ketua Posyandu Matahari Shinta Dewi, Ketua BKB Yusniar, serta para kader kesehatan.

Dalam acara tersebut, Penanggung Jawab Kegiatan Rembuk Stunting Gampong Kuta Ateuh, ibu Nisa, menegaskan komitmen timnya untuk terus melakukan pembenahan. "Kita terus melakukan pembenahan/perubahan ke arah yang lebih baik dan inovasi untuk pencegahan stunting di tengah keterbatasan anggaran Dana Desa (DD)," ujar Nisa di hadapan para peserta rembuk.

Sebelumnya pada kesempatan lain, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kota Sabang, Bapak Irfansyah, S.H., M.Si., memberikan arahan pada KPM mengenai pentingnya penguatan regulasi penanganan stunting agar pengalokasian anggaran desa tepat sasaran, efektif, dan memiliki payung hukum yang kuat. Beliau menyampaikan beberapa regulasi penting terkait stunting, di antaranya:

  1. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang menetapkan strategi nasional, 5 pilar percepatan, dan 8 aksi konvergensi hingga ke tingkat gampong/desa.

  2. Peraturan Menteri Desa, PDTT (Permendesa) tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, yang secara tegas mengamanatkan bahwasanya kegiatan pencegahan dan penanganan stunting merupakan program prioritas utama sektor kesehatan gampong.

  3. Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) serta regulasi pendukung operasional penanganan stunting di daerah.

Rembuk Stunting ini melahirkan Berita Acara Nomor 400.7.15/11/2026 tentang Usulan Daftar Prioritas Rencana Kegiatan Penanganan Stunting Gampong Kuta Ateuh Tahun Anggaran 2027 untuk diakomodasi dalam APBG, yaitu:

  • Insentif Kader Kesehatan Gampong Kuta Ateuh (APBG - 12 Bulan)

  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Ibu Hamil, Balita, dan Lansia (APBG - 12 Bulan)

  • PMT Bagi Balita Stunting Gampong Kuta Ateuh (APBG - 56 Hari)

  • Peralatan Pendukung Posyandu Gampong Kuta Ateuh (APBG - 12 Bulan)

  • Tambahan Insentif Kunjungan Rumah Balita tidak hadir di Posyandu Bunga Matahari & Posyandu Lidah Buaya (Puskesmas Sukakarya - 12 Bulan)

Berita acara tersebut disahkan secara resmi oleh Keuchik Gampong Kuta Ateuh Zulfan Bahri, S.E. bersama perwakilan peserta: Hawani (Tuha Peuete), Shinta Dewi (Ketua Posyandu Matahari), Yusniar (Ketua BKB).

Tag / Keywords Blogspot: Kota Sabang, Rembuk Stunting, Kuta Ateuh, Dana Desa


Tim Redaksi WartaTPPSabang

Kamis, 27 Agustus 2026


 Semarakkan HUT RI, Warga Cot Bau Sabang Siap Gelar Fun Walk Merdeka Pulau Weh 2026

​SABANG – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, masyarakat Gampong Cot Bau, Sabang, akan menyelenggarakan kegiatan olahraga santai bertajuk "Fun Walk Merdeka Pulau Weh 2026". Mengusung tema "Jalan Sehat, Hadiah Semarak" serta motto "Bersama Kita Sehat, Bersama Kita Kuat!", agenda ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat bagi warga setempat.

​Kegiatan jalan santai ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, bertempat di Komplek Tsunami, RT 02, Jurong Mulia, Gampong Cot Bau, Sabang. Acara akan dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai.

​Rangkaian Acara dan Doorprize Menarik

​Selain mempromosikan gaya hidup aktif dan sehat melalui kegiatan Jalan Santai, panitia pelaksana juga telah menyiapkan pembagian doorprize melimpah untuk membakar semangat para peserta. Berbagai hadiah menarik perlengkapan rumah tangga telah disediakan, di antaranya:

​Kipas Angin                                                                                                                                            ​Magicom (Penanak Nasi)                                                                                                                Dispenser Air                                                                                                                                        Payung

​Serta bermacam hadiah hiburan menarik lainnya.

​Informasi Pendaftaran

​Panitia mengimbau seluruh lapisan masyarakat Gampong Cot Bau dan sekitarnya untuk meramaikan kegiatan ini. Pendaftaran terbuka bagi seluruh warga yang ingin berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan yang penuh kebersamaan ini.

​Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan petunjuk teknis pelaksanaan acara, masyarakat dapat menghubungi pihak panitia di kantor Keuchik Gampong Cot Ba'U,

mari bersama-sama merayakan semangat kemerdekaan dengan penuh sukacita dan kesehatan di Pulau Weh. Dirgahayu Republik Indonesia!

Penulis; Tim Warta TPP Sabang

Jumat, 21 Agustus 2026

                                                    bergema kuat hingga ke dasar Samudra 


 

Semarak HUT RI ke-81 di Sabang: Pengibaran Merah Putih hingga Aksi Bersih Sampah Bawah Laut Gampong Iboih

SABANG, WARTA TPP – Kemeriahan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kota Sabang berlangsung sangat fantastis dan penuh hikmat. Seluruh elemen masyarakat gampong bersama jajaran instansi Pemerintah Kota Sabang, aparat kepolisian, hingga unsur TNI menyatu dalam rangkaian perayaan nasional yang unik dan menginspirasi, khususnya di kawasan wisata maritim Gampong Iboih.

Kemeriahan peringatan tahun ini tidak hanya diwarnai parade perahu di permukaan laut yang dihiasi Sang Saka Merah Putih, tetapi juga aksi spektakuler di dasar laut Sabang. Puluhan penyelam profesional, instansi pemerintah, serta perangkat gampong—termasuk Keuchik Gampong Iboih yang mengenakan seragam dinas lengkap—melakukan aksi underwater diving untuk mengibarkan bendera Merah Putih di kedalaman laut.

Tak hanya membawa tiang bendera dan membentangkan spanduk kemerdekaan di dasar laut, para peserta upacara bawah laut ini juga melakukan penghormatan bendera secara khidmat di antara keindahan terumbu karang. Pemandangan berani dan luar biasa ini menjadi simbol keteguhan jiwa nasionalisme masyarakat Sabang dalam menjaga kedaulatan serta kelestarian wilayah perbatasan paling barat Indonesia.

Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan pesisir dan ekosistem laut, kegiatan tersebut dirangkai dengan aksi "Clean Up Bawah Laut" (pembersihan sampah dalam laut). Para penyelam dengan cermat mengumpulkan berbagai sampah plastik dan limbah yang tersangkut di antara terumbu karang ke dalam karung khusus. Aksi kolaboratif ini menegaskan komitmen bersama antara aparatur pemerintahan dan warga gampong untuk terus menjaga daya tarik wisata laut Sabang agar tetap bersih, indah, dan berkelanjutan.

Rangkaian acara diawali dengan briefing keselamatan, penyerahan Sang Saka Merah Putih secara simbolis di dermaga, hingga konvoi perahu nelayan yang menyusuri perairan Iboih dengan semangat membara. Semarak HUT RI ke-81 di Sabang tahun ini sukses membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya membakar dada di daratan, tetapi juga bergema kuat hingga ke dasar Samudra


Penulis: Tim Redaksi Warta TPP Sabang

Jumat, 14 Agustus 2026

Di Balik 18/18, Ada Koordinasi yang Terukur dan Terkendali

​KOTA SABANG • KEMENDES PDT / TPPI-Capaian 18/18 desa/gampong di Kota Sabang dalam proses submit dan verifikasi Indeks Desa Tahun 2026 tidak hanya berbicara tentang kemampuan aparatur gampong menyelesaikan penginputan data. Di balik capaian tersebut terdapat proses koordinasi lapangan yang membutuhkan kepemimpinan, komunikasi, pembagian tugas, pemantauan progres, serta kemampuan mengambil langkah secara cepat ketika muncul kendala.

​Dalam konteks itulah peran koordinasi dan sinergi Tenaga Pendamping Profesional (TPP)—mulai dari PLD (Pendamping Lokal Desa), PD (Pendamping Desa), hingga pengawalan dari TAPM (Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat)—menjadi kunci utama dalam menggerakkan dan mengonsolidasikan seluruh tahapan di lapangan.

​“Pengerahan tim bukan sekadar mengumpulkan orang, tetapi memastikan setiap orang memahami tugas, mengetahui target, dan bergerak pada waktu yang tepat.”

​Pola Koordinasi Lapangan

​🎯 Target: Menentukan capaian yang harus diselesaikan (18/18 Gampong).

​🤝 Konsolidasi: Menggerakkan PLD, PD, dan TAPM dalam satu arah pendampingan.

​📊 Monitoring: Membaca perkembangan penginputan setiap gampong secara presisi.

​✓ Tuntas: Memastikan target 18/18 tuntas verifikasi tepat waktu.

​Mengubah Banyak Orang Menjadi Satu Gerak Kerja

​Dalam pekerjaan yang melibatkan seluruh gampong di Kota Sabang, tantangan terbesar bukan semata-mata jumlah personel, melainkan bagaimana seluruh personel dapat bergerak dalam satu arah dan memahami prioritas yang sama.

​Di sinilah koordinasi antara PLD, PD, dan TAPM memiliki arti strategis. Pendamping tidak cukup hanya mengetahui batas waktu, tetapi perlu mengetahui apa yang harus diprioritaskan, gampong mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih, perkembangan mana yang harus segera dilaporkan, dan persoalan mana yang membutuhkan tindak lanjut cepat.

​Pola seperti ini membuat proses pengerahan tenaga pendamping menjadi lebih terukur, terarah, dan terkendali, sehingga energi yang tersedia dapat diarahkan pada pekerjaan yang benar-benar membutuhkan perhatian.

​Koordinasi yang baik bukan tentang siapa yang paling sibuk, tetapi tentang bagaimana seluruh tim bergerak menuju target yang sama.

​Monitoring yang Tidak Membiarkan Persoalan Menumpuk

​Pekerjaan input data memiliki karakter yang sangat dinamis. Satu gampong mungkin dapat bergerak cepat, sementara gampong lain membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melengkapi sumber data atau melakukan klarifikasi terhadap informasi tertentu.

​Oleh karena itu, koordinasi tidak dapat dilakukan hanya sekali. Dibutuhkan pemantauan secara berkala untuk membaca posisi setiap gampong dan memastikan tidak ada persoalan yang dibiarkan sampai mendekati batas akhir.

​Dalam pola kerja tersebut, pendampingan berjenjang dari PLD di tingkat gampong, PD di tingkat kecamatan, serta fasilitasi teknis dari TAPM Kota Sabang berperan menjaga agar komunikasi dengan gampong tetap berjalan lancar. Ketika ada kendala, solusi dapat segera dirumuskan.

​Prinsip Koordinasi:

“Pantau progresnya, identifikasi kendalanya, gerakkan orangnya, dan pastikan penyelesaiannya.”

​PLD, PD, dan TAPM sebagai Kekuatan Lapangan

​Pengerahan tenaga pendamping profesional menjadi efektif ketika PLD, PD, dan TAPM ditempatkan sebagai satu kesatuan tim fasilitasi yang bekerja dekat dengan gampong. Mereka menjadi penghubung antara kebutuhan gampong dengan proses pendampingan teknis yang harus dilakukan.

​Dalam situasi seperti penyelesaian Indeks Desa, keberadaan mereka menjadi sangat vital karena sebagian persoalan hanya dapat diketahui ketika pendamping benar-benar berkomunikasi langsung dengan gampong.

​Koordinasi yang terbangun tidak berhenti pada instruksi, melainkan membangun ritme kerja bersama sehingga setiap tingkatan pendamping memahami posisi dan tanggung jawabnya masing-masing.

​“Ketika koordinasi kuat, tenaga yang ada tidak menjadi kerumunan. Ia berubah menjadi kekuatan kerja yang terarah.”

​Kepemimpinan dan Kerja Tim dari Balik Layar

​Tidak semua kontribusi dalam sebuah capaian harus terlihat menonjol di depan. Dalam pekerjaan koordinasi lapangan, sebagian besar pekerjaan justru berlangsung melalui komunikasi, pemantauan, pengingat, konsolidasi, dan pengawalan teknis yang kontinyu.

​Sinergi antara PLD, PD, dan TAPM Kota Sabang merupakan bagian dari mekanisme pengendalian kerja tim: memastikan pendampingan bergerak, menjaga komunikasi tetap hidup, membaca perkembangan, dan memastikan pekerjaan tidak keluar dari jalur target.

​Dengan demikian, keberhasilan 18/18 bukan hanya cerita tentang gampong yang berhasil menyelesaikan input data, tetapi juga cerita tentang bagaimana sebuah tim pendamping dapat dikonsolidasikan untuk menghadapi pekerjaan besar dalam waktu yang terbatas.

Target besar membutuhkan koordinasi yang kuat. Dan koordinasi yang kuat membutuhkan pengendalian yang terukur.

​Ketika Target Menjadi Kerja Bersama

​Pada akhirnya, capaian 18/18 di Kota Sabang adalah hasil dari kolaborasi banyak pihak: aparatur gampong yang menyediakan dan menginput data, PLD dan PD yang melakukan pendampingan langsung, serta TAPM yang memberikan pengarahan dan supervisi.

​Apresiasi patut diberikan kepada seluruh tim pendamping di Kota Sabang—baik PLD, PD, maupun TAPM—karena pengerahan pendampingan dilakukan dengan pendekatan terpadu yang menempatkan target, waktu, progres, komunikasi, dan penyelesaian masalah dalam satu kerangka kerja yang solid.

​“18/18 adalah angka di layar. Di belakang angka itu ada koordinasi, kerja tim, dan ketekunan yang tidak sedikit.”

​Inilah salah satu wajah pendampingan yang sejati: ketika sebuah tim mampu bekerja tanpa banyak suara, tetapi hasilnya terlihat jelas pada capaian tuntas 100%.


@Zulfan PLD Dok

© 2026 WARTA TPP Kota Sabang — Hak Cipta Dilindungi. Diterbitkan sebagai Media Publikasi Internal dan Edukasi Pemberdayaan Desa.

Kamis, 06 Agustus 2026

 

Irfansyah: Indeks Desa Jadi Kunci Akurasi Data dan Pembangunan Desa yang Tepat Sasaran

​WARTA TPP SABANG – Pembangunan desa/gampong tidak lagi dapat dilakukan hanya berdasarkan asumsi, kebiasaan program tahunan, atau sekadar mengejar penyerapan anggaran. Di tengah semakin kompleksnya tantangan pembangunan, Indeks Desa hadir sebagai instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

​Hal tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kota Sabang, Irfansyah, yang menegaskan bahwa Indeks Desa menjadi fondasi utama dalam mewujudkan perencanaan pembangunan berbasis data (evidence-based planning).

​“Pertanyaan mendasar dalam pembangunan desa selalu sama, yakni dari mana kita harus memulai. Jawabannya adalah dari data yang akurat. Indeks Desa memberikan gambaran kondisi riil desa sehingga pembangunan tidak lagi berjalan berdasarkan asumsi,” ujar Irfansyah.

​Menurutnya, hadirnya regulasi terbaru mengenai tata kelola desa dan prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2026, seperti Permendesa PDT Nomor 16 Tahun 2025 serta penguatan sistem data tunggal melalui PP Nomor 16 Tahun 2026, semakin mempertegas bahwa setiap perencanaan dan alokasi anggaran harus mengacu pada rekomendasi data Indeks Desa yang akurat.

​Bagi para Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) dan Tim Pendamping Desa yang setiap hari mendampingi pemerintah desa/gampong di lapangan, lanjut Irfansyah, Indeks Desa bukan sekadar pelengkap administrasi. Instrumen tersebut menjadi terobosan yang mampu memastikan pembangunan desa berjalan lebih terarah, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

​Irfansyah menjelaskan, masih banyak pembangunan yang kurang memberikan manfaat optimal karena sejak awal tidak didasarkan pada data yang valid. Akibatnya, fasilitas yang dibangun tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

​Melalui pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026, kondisi desa dipotret secara menyeluruh melalui enam dimensi utama, yakni:

​Layanan dasar,​ Kondisi sosial, Ekonomi, Lingkungan, Aksesibilitas

​Tata kelola pemerintahan desa

​“Indeks Desa ibarat pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dari situ kita mengetahui sektor mana yang sudah baik dan sektor mana yang masih memerlukan perhatian serius,” jelasnya.

​Ia menambahkan, proses pendataan yang dilakukan secara objektif melalui legalitas Surat Keputusan (SK) Pendataan Indeks Desa serta pendampingan yang baik akan menghasilkan data yang dapat dipercaya. Data tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan sehingga mampu meminimalkan subjektivitas dalam Musyawarah Desa (Musdes) dan memastikan seluruh kebutuhan prioritas desa terakomodasi.

​Manfaat Indeks Desa Bagi Berbagai Pihak

​Menurut Irfansyah, manfaat Indeks Desa tidak hanya dirasakan oleh pemerintah desa, tetapi juga Pemerintah Kota Sabang hingga para pegiat desa dan media:

​Bagi Pemerintah Desa/Gampong: Hasil Indeks Desa menjadi panduan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) maupun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa). Melalui indikator yang tersedia, pemerintah desa dapat mengetahui posisi pembangunan saat ini sekaligus menentukan target yang harus dicapai.

​Bagi Pemerintah Kota Sabang: Indeks Desa menjadi peta yang menunjukkan tingkat ketimpangan antarwilayah sehingga memudahkan penentuan kebijakan, alokasi bantuan keuangan, maupun program intervensi yang lebih tepat sasaran.

​Bagi TPP dan Media: Data Indeks Desa menjadi ruang kolaborasi bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dan media untuk melakukan pengawasan serta advokasi pembangunan secara konstruktif karena seluruh perkembangan desa dapat diukur secara objektif.

​Tantangan dan Strategi Pendampingan

​Meski demikian, Irfansyah mengakui proses menghasilkan data Indeks Desa yang berkualitas bukan pekerjaan mudah. Sejumlah tantangan masih ditemui di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia pendata, kendala jaringan internet di wilayah tertentu, hingga potensi bias dalam pengisian instrumen.

​Karena itu, pendampingan oleh TPP difokuskan pada tiga aspek utama:

​Meningkatkan literasi dan pemahaman aparatur desa mengenai pentingnya data.

​Melakukan validasi serta verifikasi agar data sesuai kondisi riil.

​Mengawal agar hasil rekomendasi Indeks Desa benar-benar menjadi dasar pembahasan dalam Musdes untuk penyusunan RKP Desa dan APB Desa.

​Irfansyah menegaskan bahwa regulasi mengenai Indeks Desa telah memberikan arah yang jelas bagi pembangunan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam mengimplementasikannya.

​“Regulasi adalah kompas, tetapi kompas tidak akan membawa kita ke tujuan apabila tidak ada kemauan untuk melangkah. Ketika anggaran desa disusun berdasarkan data yang akurat, pembangunan akan semakin efektif, kemiskinan dapat ditekan lebih cepat, dan kesejahteraan masyarakat desa dapat diwujudkan secara nyata,” pungkasnya.

​Ia mengajak seluruh Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Gampong/Desa, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Indeks Desa sebagai dasar utama dalam setiap proses perencanaan pembangunan.

“Dari data yang akurat lahir keputusan yang tepat, dan dari keputusan yang tepat akan lahir desa yang mandiri, maju, dan sejahtera,” tutup Irfansyah.

​Rekomendasi

​Bagi Pemerintah Kota Sabang:

​Menjadikan Indeks Desa sebagai dasar penyusunan kebijakan, alokasi bantuan keuangan, penanganan kemiskinan, dan pemerataan pembangunan antarwilayah.

​Memperkuat kapasitas SDM pendata melalui pelatihan dan pendampingan teknis secara berkelanjutan.

​Menyinkronkan RKPD dengan RKP Desa agar program daerah benar-benar menjawab indikator Indeks Desa yang masih memerlukan perhatian.

​Bagi Pemerintah Desa / Gampong:

​Menjaga objektivitas pendataan sesuai kondisi riil di lapangan.Menjadikan hasil analisis Indeks Desa sebagai bahan utama dalam Musyawarah Desa untuk penyusunan RKP Desa dan APB Desa.

​Membuka akses informasi hasil pemutakhiran Indeks Desa kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan penguatan partisipasi publik.

​Penulis: Pic Infomed  Kota Sabang

Penerbit: WARTA TPP Sabang

Kamis, 30 Juli 2026


 Memperkuat Konvergensi Stunting: TAPM dan Dinkes Kota Sabang Matangkan Mekanisme Penilaian Desa Berkinerja Baik

​WARTA TPP SABANG – Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kota Sabang melakukan langkah nyata dalam memperkuat pengawalan program prioritas nasional. Bertempat di kantor Dinas Kesehatan Kota Sabang, TAPM menggelar koordinasi strategis bersama jajaran Dinas Kesehatan guna membahas dan mematangkan mekanisme Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) tingkat Kabupaten/Kota.

​Pertemuan krusial ini dilaksanakan untuk membangun kesamaan persepsi di antara para pemangku kepentingan. Selain itu, koordinasi lintas sektor ini ditujukan untuk merumuskan indikator penilaian yang betul-betul objektif, terukur, dan transparan bagi seluruh gampong yang ada di wilayah Kota Sabang.

​Dalam diskusi interaktif tersebut, TAPM Kota Sabang bersama Dinas Kesehatan menelaah secara mendalam integrasi data intervensi gizi spesifik maupun sensitif. Pembahasan juga menyasar pada efektivitas peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) di tingkat tapak, serta optimasi pemanfaatan Dana Desa yang dialokasikan khusus untuk program penanganan stunting secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

​Tim TAPM Kota Sabang menegaskan bahwa skema penilaian desa berkinerja baik ini dirancang bukan semata-mata sebagai ajang kompetisi tahunan antar-gampong. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bentuk apresiasi resmi sekaligus sarana evaluasi menyeluruh terhadap komitmen, konsistensi, dan kerja keras pemerintah desa bersama masyarakat dalam menekan angka stunting di daerah.

​Melalui sinergi yang kian solid ini, TAPM dan Dinas Kesehatan berharap seluruh gampong di Kota Sabang semakin terpacu untuk memperkuat konvergensi program, membenahi tata kelola data stunting agar lebih akurat, serta melahirkan berbagai inovasi lokal yang berdampak langsung. Kolaborasi erat ini menjadi fondasi utama demi mewujudkan generasi masa depan Sabang yang sehat, unggul, dan bebas stunting.

© 2026 WARTA TPP Kota Sabang — Hak Cipta Dilindungi. Diterbitkan sebagai Media Publikasi Internal dan Edukasi Pemberdayaan Desa.

Rabu, 22 Juli 2026

 


Perkuat Literasi Kebanksentralan & Komunikasi Digital, Bank Indonesia Mengadakan TOT CBP Rupiah dan Capacity Building Kepada 210 TPP                                                    

SABANG — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendampingan serta memperluas edukasi kebanksentralan hingga ke pelosok gampong, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dari Kota Sabang bersama jajaran TPP Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan Training of Trainers (TOT) Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Pelatihan intensif ini berlangsung selama dua hari penuh, mulai 21 hingga 22 Juli 2026, berlokasi di Hotel The Pade, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan strategis yang digelar atas kolaborasi sinergis antara Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banda Aceh dengan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Aceh ini dirancang khusus untuk mencetak pendamping desa yang solutif, adaptif, serta mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di tengah arus digitalisasi era modern.

Hari Pertama: Fondasi Kebanksentralan, Kreativitas Digital, dan Verval DRP V3

Rangkaian agenda hari pertama dibuka dengan atmosfer antusiasme tinggi. Para peserta dibekali pemahaman mendalam terkait materi kebanksentralan serta pengenalan keaslian uang Rupiah. Sesi ini mempertegas kembali filosofi Rupiah yang bukan sekadar alat pembayaran sah, melainkan juga simbol kedaulatan bangsa dan pemersatu NKRI.Tak berhenti di situ, kapasitas teknis para pendamping desa kian diperkuat melalui dua sesi capacity building utama yang disampaikan langsung oleh Koordinator P3MD Provinsi Aceh, Bapak Busra, S.T., M.M.

Materi pertama mengusung topik hangat: "Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Edutainment dalam Pendampingan Desa". Dalam paparan yang interaktif, Bapak Busra menekankan pentingnya pendamping desa untuk hadir dan bersuara di ruang digital. Mengingat pergeseran gaya hidup masyarakat yang serba digital, strategi komunikasi pendampingan perlu dikemas secara singkat, visual, dan edukatif melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, hingga YouTube.

"Pendamping desa harus mampu menjadi 'Pencerita Desa'. Kemaslah transparansi pembangunan dan praktik baik gampong dengan prinsip edutainment—gabungan edukasi dan hiburan—memanfaatkan fitur Reels, storytelling, hingga integrasi Tools AI dan aplikasi pengolah konten masa kini," pangkas Bapak Busra.Materi kedua berfokus pada pembekalan teknis Verifikasi dan Validasi (Verval) Daily Report Pendamping (DRP) Versi 3. Sesi ini krusial untuk memastikan keakuratan, ketertiban, dan kerapian pelaporan kerja harian pendamping. Melalui dokumentasi yang rapi, setiap kerja keras pemberdayaan tidak akan berlalu begitu saja, melainkan terarsip sebagai rekam jejak digital yang terstruktur dan menginspirasi desa-desa lain.

Memasuki hari kedua, dinamika pelatihan semakin seru dan penuh kolaborasi interaktif.Mengasah Kepercayaan Diri Lewat Public Speaking;Sesi pagi diawali dengan pembekalan teknik komunikasi yang dibawakan oleh akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Ilham Maulana. Lewat simulasi dan tips praktis, para TPP dilatih mengasah public speaking dan kepercayaan diri agar makin lugas saat mengedukasi masyarakat desa sebagai Duta CBP Rupiah.

Selanjutnya, para peserta memasuki sesi diskusi kelompok berbasis analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Masing-masing kontingen daerah membedah potensi sekaligus kendala lapangan dalam implementasi CBP Rupiah. Diskusi ini berhasil melahirkan rumusan strategi serta Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.

Penguatan Fitur Keamanan Uang (Security Feature) Pelatihan TOT ditutup secara apik lewat materi teknis dari Hendri Suwito mengenai Penguatan Security Feature. Para pendamping dibekali keahlian mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah guna membentengi masyarakat gampong dari ancaman peredaran uang palsu.

Atmosfer interaktif yang terbangun selama dua hari terbukti memacu semangat para peserta. Atas keaktifan, pemikiran kritis, dan respon cepat selama sesi materi berlangsung, 10 peserta terbaik berhasil meraih apresiasi khusus berupa bingkisan spesial dari Bank Indonesia. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Irfansyah (TAPM Kota Sabang) yang tampil sangat progresif sepanjang pelatihan.


Apresiasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Kota Sabang sekaligus pembukti bahwa pendamping desa dari wilayah kepulauan memiliki daya saing dan semangat belajar yang luar biasa.

Melalui keikutsertaan dalam TOT CBP Rupiah dan Capacity Building ini, jajaran TPP Kota Sabang siap membawa pulang wawasan baru serta energi positif ke wilayah pendampingan masing-masing. Harapannya, para pendamping tidak hanya berhasil mengawal pembangunan fisik dan ekonomi desa, tetapi juga sukses mewujudkan gampong yang mandiri, berliterasi keuangan kuat, serta tanggap terhadap arus modernisasi digital.

© 2026 WARTA TPP Kota Sabang — Hak Cipta Dilindungi. Diterbitkan sebagai Media Publikasi Internal dan Edukasi Pemberdayaan Desa.

Gampong Kuta Ateuh Gelar Rembuk Stunting dan Sosialisasi Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 WARTA TPP SABANG — Gampong Kuta...