Kamis, 30 Juli 2026


 Memperkuat Konvergensi Stunting: TAPM dan Dinkes Kota Sabang Matangkan Mekanisme Penilaian Desa Berkinerja Baik

​WARTA TPP SABANG – Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kota Sabang melakukan langkah nyata dalam memperkuat pengawalan program prioritas nasional. Bertempat di kantor Dinas Kesehatan Kota Sabang, TAPM menggelar koordinasi strategis bersama jajaran Dinas Kesehatan guna membahas dan mematangkan mekanisme Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) tingkat Kabupaten/Kota.

​Pertemuan krusial ini dilaksanakan untuk membangun kesamaan persepsi di antara para pemangku kepentingan. Selain itu, koordinasi lintas sektor ini ditujukan untuk merumuskan indikator penilaian yang betul-betul objektif, terukur, dan transparan bagi seluruh gampong yang ada di wilayah Kota Sabang.

​Dalam diskusi interaktif tersebut, TAPM Kota Sabang bersama Dinas Kesehatan menelaah secara mendalam integrasi data intervensi gizi spesifik maupun sensitif. Pembahasan juga menyasar pada efektivitas peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) di tingkat tapak, serta optimasi pemanfaatan Dana Desa yang dialokasikan khusus untuk program penanganan stunting secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

​Tim TAPM Kota Sabang menegaskan bahwa skema penilaian desa berkinerja baik ini dirancang bukan semata-mata sebagai ajang kompetisi tahunan antar-gampong. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bentuk apresiasi resmi sekaligus sarana evaluasi menyeluruh terhadap komitmen, konsistensi, dan kerja keras pemerintah desa bersama masyarakat dalam menekan angka stunting di daerah.

​Melalui sinergi yang kian solid ini, TAPM dan Dinas Kesehatan berharap seluruh gampong di Kota Sabang semakin terpacu untuk memperkuat konvergensi program, membenahi tata kelola data stunting agar lebih akurat, serta melahirkan berbagai inovasi lokal yang berdampak langsung. Kolaborasi erat ini menjadi fondasi utama demi mewujudkan generasi masa depan Sabang yang sehat, unggul, dan bebas stunting.

© 2026 WARTA TPP Kota Sabang — Hak Cipta Dilindungi. Diterbitkan sebagai Media Publikasi Internal dan Edukasi Pemberdayaan Desa.

Rabu, 22 Juli 2026

 


Perkuat Literasi Kebanksentralan & Komunikasi Digital, Bank Indonesia Mengadakan TOT CBP Rupiah dan Capacity Building Kepada 210 TPP                                                    

SABANG — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendampingan serta memperluas edukasi kebanksentralan hingga ke pelosok gampong, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dari Kota Sabang bersama jajaran TPP Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan Training of Trainers (TOT) Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Pelatihan intensif ini berlangsung selama dua hari penuh, mulai 21 hingga 22 Juli 2026, berlokasi di Hotel The Pade, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan strategis yang digelar atas kolaborasi sinergis antara Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banda Aceh dengan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Aceh ini dirancang khusus untuk mencetak pendamping desa yang solutif, adaptif, serta mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di tengah arus digitalisasi era modern.

Hari Pertama: Fondasi Kebanksentralan, Kreativitas Digital, dan Verval DRP V3

Rangkaian agenda hari pertama dibuka dengan atmosfer antusiasme tinggi. Para peserta dibekali pemahaman mendalam terkait materi kebanksentralan serta pengenalan keaslian uang Rupiah. Sesi ini mempertegas kembali filosofi Rupiah yang bukan sekadar alat pembayaran sah, melainkan juga simbol kedaulatan bangsa dan pemersatu NKRI.Tak berhenti di situ, kapasitas teknis para pendamping desa kian diperkuat melalui dua sesi capacity building utama yang disampaikan langsung oleh Koordinator P3MD Provinsi Aceh, Bapak Busra, S.T., M.M.

Materi pertama mengusung topik hangat: "Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Edutainment dalam Pendampingan Desa". Dalam paparan yang interaktif, Bapak Busra menekankan pentingnya pendamping desa untuk hadir dan bersuara di ruang digital. Mengingat pergeseran gaya hidup masyarakat yang serba digital, strategi komunikasi pendampingan perlu dikemas secara singkat, visual, dan edukatif melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, hingga YouTube.

"Pendamping desa harus mampu menjadi 'Pencerita Desa'. Kemaslah transparansi pembangunan dan praktik baik gampong dengan prinsip edutainment—gabungan edukasi dan hiburan—memanfaatkan fitur Reels, storytelling, hingga integrasi Tools AI dan aplikasi pengolah konten masa kini," pangkas Bapak Busra.Materi kedua berfokus pada pembekalan teknis Verifikasi dan Validasi (Verval) Daily Report Pendamping (DRP) Versi 3. Sesi ini krusial untuk memastikan keakuratan, ketertiban, dan kerapian pelaporan kerja harian pendamping. Melalui dokumentasi yang rapi, setiap kerja keras pemberdayaan tidak akan berlalu begitu saja, melainkan terarsip sebagai rekam jejak digital yang terstruktur dan menginspirasi desa-desa lain.

Memasuki hari kedua, dinamika pelatihan semakin seru dan penuh kolaborasi interaktif.Mengasah Kepercayaan Diri Lewat Public Speaking;Sesi pagi diawali dengan pembekalan teknik komunikasi yang dibawakan oleh akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Ilham Maulana. Lewat simulasi dan tips praktis, para TPP dilatih mengasah public speaking dan kepercayaan diri agar makin lugas saat mengedukasi masyarakat desa sebagai Duta CBP Rupiah.

Selanjutnya, para peserta memasuki sesi diskusi kelompok berbasis analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Masing-masing kontingen daerah membedah potensi sekaligus kendala lapangan dalam implementasi CBP Rupiah. Diskusi ini berhasil melahirkan rumusan strategi serta Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.

Penguatan Fitur Keamanan Uang (Security Feature) Pelatihan TOT ditutup secara apik lewat materi teknis dari Hendri Suwito mengenai Penguatan Security Feature. Para pendamping dibekali keahlian mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah guna membentengi masyarakat gampong dari ancaman peredaran uang palsu.

Atmosfer interaktif yang terbangun selama dua hari terbukti memacu semangat para peserta. Atas keaktifan, pemikiran kritis, dan respon cepat selama sesi materi berlangsung, 10 peserta terbaik berhasil meraih apresiasi khusus berupa bingkisan spesial dari Bank Indonesia. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Irfansyah (TAPM Kota Sabang) yang tampil sangat progresif sepanjang pelatihan.


Apresiasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Kota Sabang sekaligus pembukti bahwa pendamping desa dari wilayah kepulauan memiliki daya saing dan semangat belajar yang luar biasa.

Melalui keikutsertaan dalam TOT CBP Rupiah dan Capacity Building ini, jajaran TPP Kota Sabang siap membawa pulang wawasan baru serta energi positif ke wilayah pendampingan masing-masing. Harapannya, para pendamping tidak hanya berhasil mengawal pembangunan fisik dan ekonomi desa, tetapi juga sukses mewujudkan gampong yang mandiri, berliterasi keuangan kuat, serta tanggap terhadap arus modernisasi digital.

© 2026 WARTA TPP Kota Sabang — Hak Cipta Dilindungi. Diterbitkan sebagai Media Publikasi Internal dan Edukasi Pemberdayaan Desa.

Kamis, 16 Juli 2026

Seminar Nasional KDKMP TMII 2026

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

SABANG, WARTA TPP – Jajaran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kota Sabang, mulai dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Pendamping Desa (PD), hingga Pendamping Lokal Desa (PLD), berpartisipasi aktif menyukseskan agenda strategis nasional. Melalui ruang virtual, para pendamping di ujung barat Indonesia ini mengikuti Seminar Nasional bertajuk "Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat" yang diselenggarakan secara hibrida langsung dari Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (16/7/2026).
​Partisipasi masif ini merujuk pada Surat Tugas resmi dari Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal Kemendesa PDTT Nomor: 838/HMS.02.01/2026 yang ditandatangani secara elektronik oleh Brigadir Jenderal Polisi Heri Sulesmono, S.I.K. Tugas utama ini diinstruksikan agar seluruh lini pendamping di daerah siap mengawal transisi dan penguatan ekonomi akar rumput melalui wadah koperasi.
​Meski terpisah jarak geografis yang jauh dari pusat acara, komitmen TPP Kota Sabang tidak surut. Bersama ratusan ribu pendamping dari seluruh penjuru tanah air, mereka memadati ruang siber dan interaksi live chat YouTube guna menyimak pemaparan para pakar dan jajaran kementerian. Hal ini menunjukkan semangat soliditas nasional pendamping dalam mengawal kebijakan kedaulatan ekonomi.
​Selain menyaksikan jalannya seminar, para pendamping dibekali akses materi teknis melalui pemindaian QR Code resmi pada surat tugas yang mengarah ke tautan https://s.id/seminarkdkmp?s=qr. Berkas digital tersebut memuat panduan komprehensif, mulai dari regulasi pendirian Koperasi Merah Putih, petunjuk teknis tata kelola keuangan yang transparan, hingga peta jalan integrasi produk unggulan gampong ke pasar yang lebih luas.
​Bagi TPP Sabang, pemahaman materi ini menjadi bekal krusial untuk melakukan pendampingan langsung di lapangan, mengedukasi masyarakat gampong, serta mendorong lahirnya koperasi yang sehat, tangguh, dan mandiri di pulau terluar ini.

#Tiem WartaTPPSabang
#Irfansyah Pic INFOMED 

Minggu, 05 Juli 2026

  Optimalkan Pelayanan Publik, Pemdes Batee Shok Rehabilitasi Kantor Gampong Lewat Dana Desa 2026


WARTA TPP SABANG — Dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat desa, Pemerintah Gampong Batee Shoek, Kota Sabang, mengambil langkah progresif. Pada tanggal 6 Juli 2026, jajaran pemerintah Gampong secara resmi melaksanakan kegiatan  Rehabilitasi Gedung Kantor Gampong. Langkah fisik ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan publik bagi seluruh masyarakat.

Kegiatan rehabilitasi ini dipusatkan langsung di area Kantor Desa Batee Shoek. Demi memuluskan proyek renovasi tersebut, alokasi anggaran yang dikucurkan adalah sebesar Rp 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Seluruh pembiayaan ini bersumber dari pos Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026.

Secara regulasi, pemanfaatan Dana Desa untuk perbaikan infrastruktur penunjang ini telah selaras dengan koridor hukum yang berlaku. Kebijakan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendesa PDTT) mengenai Prioritas Penggunaan Dana Desa yang berlaku untuk Tahun Anggaran 2026. Regulasi tersebut menegaskan bahwa Dana Desa harus dioptimalkan untuk pemenuhan kebutuhan sarana prasarana desa guna mempercepat transformasi ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif.

Rehabilitasi gedung kantor gampong ini ditargetkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang jauh lebih layak, nyaman, dan representatif bagi perangkat desa. Dengan sarpas yang memadai, proses pelayanan administrasi kependudukan dan layanan publik lainnya kepada masyarakat Desa Batee Shoek dipastikan akan berjalan lebih cepat dan responsif.

Kepala Desa Batee Shoek, Bapak Ridwan Nasution, yang saat itu didampingi langsung oleh Pendamping Desa (PD) Abdul Karim, menyampaikan bahwa renovasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah desa.


"Kami tidak hanya membangun fisik, tapi membangun sistem pelayanan yang lebih humanis. Pelaksanaan kegiatan ini kami lakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi anggaran sesuai dengan amanat regulasi Kemendesa," tegas Ridwan Nasution di sela-sela peninjauan lokasi.


Sementara itu, kehadiran Pendamping Desa dalam kegiatan ini juga mempertegas fungsi pengawalan sirkulasi Dana Desa agar tetap berada pada jalur pembawa dampak positif bagi masyarakat. Melalui sinergi ini, Pemerintah Gampong Batee Shoek berharap kualitas pelayanan publik ke depan semakin meningkat tajam dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan gampong yang bersih, mandiri, dan profesional. (Red/WartaTPPSabang)

Jumat, 03 Juli 2026


Monitoring dan Supervisi Pelaksanaan Kegiatan Dana Desa Tahap I Tahun 2026

 WARTA TPP SABANG;Dalam rangka memastikan pelaksanaan program pembangunan desa berjalan sesuai dengan perencanaan, Pendamping Desa melaksanakan kegiatan monitoring dan supervisi terhadap pelaksanaan Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Gampong Ie Meulee  Kecamatan Sukajaya Kota Sabang pada 02 Juli 2026.Sebut"BoyHaqqi Pendamping Desa  PD Untuk Kecamatan Sukajaya

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh pelaksanaan kegiatan yang didanai melalui Dana Desa telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik dari aspek administrasi, teknis pelaksanaan, maupun pemanfaatan anggaran. Monitoring dilakukan melalui peninjauan langsung ke lokasi kegiatan pembangunan serta pemeriksaan dokumen pendukung pelaksanaan kegiatan.

Pendamping Desa bersama Tim Evaluasi Kecamatan Sukajaya Kota Sabang serta Pemerintah Gampong Ie Meulee  melakukan evaluasi terhadap progres pekerjaan, kualitas hasil pembangunan, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Selain itu, diberikan masukan dan pendampingan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) agar pelaksanaan kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, dan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi masyarakat.

Melalui kegiatan monitoring dan supervisi ini diharapkan pelaksanaan Dana Desa Tahap I Tahun 2026 dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga desa.

Pemerintah Desa bersama Pendamping Desa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola Dana Desa sehingga setiap program yang dilaksanakan dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan desa.

Gampong Kuta Ateuh Gelar Rembuk Stunting dan Sosialisasi Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 WARTA TPP SABANG — Gampong Kuta...