Perkuat Literasi Kebanksentralan & Komunikasi Digital, Bank Indonesia Mengadakan TOT CBP Rupiah dan Capacity Building Kepada 210 TPP
SABANG — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendampingan serta memperluas edukasi kebanksentralan hingga ke pelosok gampong, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dari Kota Sabang bersama jajaran TPP Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan Training of Trainers (TOT) Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Pelatihan intensif ini berlangsung selama dua hari penuh, mulai 21 hingga 22 Juli 2026, berlokasi di Hotel The Pade, Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan strategis yang digelar atas kolaborasi sinergis antara Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banda Aceh dengan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Aceh ini dirancang khusus untuk mencetak pendamping desa yang solutif, adaptif, serta mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di tengah arus digitalisasi era modern.
Hari Pertama: Fondasi Kebanksentralan, Kreativitas Digital, dan Verval DRP V3
Rangkaian agenda hari pertama dibuka dengan atmosfer antusiasme tinggi. Para peserta dibekali pemahaman mendalam terkait materi kebanksentralan serta pengenalan keaslian uang Rupiah. Sesi ini mempertegas kembali filosofi Rupiah yang bukan sekadar alat pembayaran sah, melainkan juga simbol kedaulatan bangsa dan pemersatu NKRI.Tak berhenti di situ, kapasitas teknis para pendamping desa kian diperkuat melalui dua sesi capacity building utama yang disampaikan langsung oleh Koordinator P3MD Provinsi Aceh, Bapak Busra, S.T., M.M.
Materi pertama mengusung topik hangat: "Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Edutainment dalam Pendampingan Desa". Dalam paparan yang interaktif, Bapak Busra menekankan pentingnya pendamping desa untuk hadir dan bersuara di ruang digital. Mengingat pergeseran gaya hidup masyarakat yang serba digital, strategi komunikasi pendampingan perlu dikemas secara singkat, visual, dan edukatif melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, hingga YouTube.
"Pendamping desa harus mampu menjadi 'Pencerita Desa'. Kemaslah transparansi pembangunan dan praktik baik gampong dengan prinsip edutainment—gabungan edukasi dan hiburan—memanfaatkan fitur Reels, storytelling, hingga integrasi Tools AI dan aplikasi pengolah konten masa kini," pangkas Bapak Busra.Materi kedua berfokus pada pembekalan teknis Verifikasi dan Validasi (Verval) Daily Report Pendamping (DRP) Versi 3. Sesi ini krusial untuk memastikan keakuratan, ketertiban, dan kerapian pelaporan kerja harian pendamping. Melalui dokumentasi yang rapi, setiap kerja keras pemberdayaan tidak akan berlalu begitu saja, melainkan terarsip sebagai rekam jejak digital yang terstruktur dan menginspirasi desa-desa lain.
Memasuki hari kedua, dinamika pelatihan semakin seru dan penuh kolaborasi interaktif.Mengasah Kepercayaan Diri Lewat Public Speaking;Sesi pagi diawali dengan pembekalan teknik komunikasi yang dibawakan oleh akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Ilham Maulana. Lewat simulasi dan tips praktis, para TPP dilatih mengasah public speaking dan kepercayaan diri agar makin lugas saat mengedukasi masyarakat desa sebagai Duta CBP Rupiah.
Selanjutnya, para peserta memasuki sesi diskusi kelompok berbasis analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Masing-masing kontingen daerah membedah potensi sekaligus kendala lapangan dalam implementasi CBP Rupiah. Diskusi ini berhasil melahirkan rumusan strategi serta Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
Penguatan Fitur Keamanan Uang (Security Feature) Pelatihan TOT ditutup secara apik lewat materi teknis dari Hendri Suwito mengenai Penguatan Security Feature. Para pendamping dibekali keahlian mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah guna membentengi masyarakat gampong dari ancaman peredaran uang palsu.
Atmosfer interaktif yang terbangun selama dua hari terbukti memacu semangat para peserta. Atas keaktifan, pemikiran kritis, dan respon cepat selama sesi materi berlangsung, 10 peserta terbaik berhasil meraih apresiasi khusus berupa bingkisan spesial dari Bank Indonesia. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Irfansyah (TAPM Kota Sabang) yang tampil sangat progresif sepanjang pelatihan.
Apresiasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Kota Sabang sekaligus pembukti bahwa pendamping desa dari wilayah kepulauan memiliki daya saing dan semangat belajar yang luar biasa.
Melalui keikutsertaan dalam TOT CBP Rupiah dan Capacity Building ini, jajaran TPP Kota Sabang siap membawa pulang wawasan baru serta energi positif ke wilayah pendampingan masing-masing. Harapannya, para pendamping tidak hanya berhasil mengawal pembangunan fisik dan ekonomi desa, tetapi juga sukses mewujudkan gampong yang mandiri, berliterasi keuangan kuat, serta tanggap terhadap arus modernisasi digital.
© 2026 WARTA TPP Kota Sabang — Hak Cipta Dilindungi. Diterbitkan sebagai Media Publikasi Internal dan Edukasi Pemberdayaan Desa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar